WONOGIRI-KabarWonogiri.com – Sebuah video yang memperlihatkan dua bangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) berdiri saling berhadapan menjadi perbincangan di media sosial. Kedua bangunan tersebut diketahui berada di Kecamatan Eromoko, Kabupaten Wonogiri.
Dari penelusuran yang dilakukan berdasarkan video yang beredar, salah satu gedung terlihat bertuliskan Desa Sindukarto. Desa tersebut berada di wilayah Kecamatan Eromoko. Setelah ditelusuri lebih lanjut, ternyata kedua bangunan KDMP itu berdiri di dua desa berbeda, yakni Desa Sindukarto dan Desa Sumberharjo. Kedua gedung hanya dipisahkan oleh Jalan Wonogiri–Pracimantoro.
Kepala Desa Sindukarto, Erianto, mengatakan bahwa pihaknya tidak pernah merencanakan pembangunan gedung KDMP yang posisinya berhadapan dengan milik Desa Sumberharjo. Ia bahkan mengaku terkejut saat mengetahui lokasi kedua bangunan tersebut hanya dipisahkan oleh jalan.
Menurutnya, pembangunan gedung KDMP di desanya terpaksa dilakukan di lokasi tersebut karena tidak tersedia lahan kosong lain yang memenuhi syarat.
“Lokasinya berada di Dusun Song Putri. Kami baru mengetahui adanya koperasi dari desa lain saat survei lokasi dilakukan oleh Babinsa. Sebelumnya kami tidak tahu kalau Sumberharjo juga membangun di sana,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa sejak awal tidak ada rencana mendirikan bangunan koperasi berhadapan dengan desa tetangga. Baginya, yang terpenting adalah program koperasi bisa berjalan dengan baik di masing-masing desa.
Hal senada juga disampaikan Kepala Desa Sumberharjo, Koko Pujiatmiko. Ia mengaku awalnya tidak mengetahui bahwa Desa Sindukarto juga membangun gedung KDMP di lokasi yang berseberangan.
Menurutnya, pemerintah desa sebenarnya menawarkan dua lokasi sebagai alternatif pembangunan gedung KDMP. Namun melalui musyawarah bersama warga, akhirnya dipilih lokasi yang sekarang digunakan.
“Lahan itu dulunya tegalan atau lahan kering,” jelasnya.
Meski gedung koperasi berada tepat berhadapan, ia tidak khawatir hal tersebut akan memengaruhi pendapatan koperasi desanya.
“Rezeki tidak akan tertukar. Banyak juga toko yang saling berhadapan,” katanya.
Sementara itu, Komandan Kodim 0728/Wonogiri Letkol Inf Rodricho Ivan Pattihahuan turut memberikan penjelasan terkait viralnya dua gedung KDMP tersebut.
Ia membenarkan bahwa kedua bangunan memang berada saling berhadapan, namun masing-masing berdiri di wilayah desa yang berbeda. Pembatas kedua desa tersebut adalah jalan lintas Pracimantoro–Wonogiri.
Ia menjelaskan bahwa pemilihan lahan pembangunan KDMP telah melalui proses musyawarah di tingkat desa. Lahan yang dipilih merupakan lokasi yang dianggap paling strategis dibandingkan alternatif lainnya.
Menurutnya, beberapa lahan lain tidak dapat digunakan karena masuk kategori LP2B (Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan) atau LSD (Lahan Sawah Dilindungi). Selain itu, ada juga lahan yang dinilai tidak cukup luas untuk memenuhi standar pembangunan.
Setelah lokasi disepakati dalam musyawarah desa, Babinsa kemudian mengirimkan data tersebut melalui sistem portal untuk diverifikasi oleh pihak Agrinas.
Ia juga menambahkan bahwa kedua kepala desa awalnya tidak mengetahui bahwa lokasi pembangunan KDMP mereka saling berhadapan. Hal tersebut baru diketahui saat proses survei lapangan dilakukan oleh Babinsa dari masing-masing desa.
Meski demikian, ia menilai keberadaan dua koperasi yang berdekatan tidak akan menjadi masalah bagi masyarakat sebagai konsumen.
