
Wonogiri-kabarwonogiri.com-Foto seorang siswa yang berjalan kaki membawa poster tulisan tangan viral dimedia sosial. Dalam poster itu, ditegaskan bahwa dia adalaha anak yatim dan bukan pencuri.
Dalam foto yang beredar, nampak seorang siswa laki-laki yang memakai jas almamater berwarna biru. Siswa itu memakai celana panjang berwarna abu-abu, tas hitamnya dibawa di bagian punggung. Di tas punggung, diikatkan bendera merah putih. Siswa itu juga nampak membawa poster tulisan tangan yang dipasang di papan.Adapun lokasi berjalan pelajar itu disinyalir disekitar bangjo Ponten Wonogiri.
“Demi Allah Aku Anak Yatim.BUKAN PENCURI,tdk seperti yg dituduhkan guru SMK BHAKTI MULIA dan APOTEK
MI Mencari Keadilan,” demikian tulisan pada poster.
“Tadi juga dapat kabar itu (siswa berjalan kaki membawa poster,red). Akhirnya dijemput teman-teman di sekitar Kantor DPRD Wonogiri,” ujar Kepala SMK Bhakti Mulia Wonogiri Sutardi saat dikonfirmasi wartawan diruang kerjanya,Selasa(31/10)
Pihaknya takmenampik foto pelajar berjalan kaki dengan membawa poster itu adalah siswa didiknya.Pelajar itu berinisial MI yang saat ini duduk bangku kelas XII.
Sutardi mengatakan bahwa siswa itu masih bersama guru di ruang BK dan kondisinya masih agak shock. Dengan begitu, sejumlah wartawan tak bisa menemui MI.
“Sebenarnya permasalahan ini sudah selesai secara kekeluargaan,” kata dia.
Lebihjauh Sutardi mengatakan, permasalahan itu bermula saat siswa tersebut magang di salah satu apotek di Wonogiri. Pada pekan lalu, diketahui bahwa ada selisih penghitungan administrasi keuangan di apotek itu senilai Rp 66 ribu.
Siswa tersebut kemudian dimintai keterangan. Dan, permasalahan itu juga telah selesai, pihak sekolah mengganti ganti rugi tersebut.
“Sebenarnya tidak dipermasalahkan oleh pihak apotek saat itu. Namun kan itu bisnis ya, kita akhirnya turun tangan juga kesana,” tuturnya.
Saat itu, baik siswa hingga wali murid kemudian berembug bersama. Masalah itu selesai dengan damai. Siswa tersebut akhirnya juga ditarik ke sekolah kembali dari apotek itu.Namun hal takterduga dan membuat kaget sekolah adalah terjadi pada Selasa pagi,anak tersebut berjalan kaki membawa poster tulisan tangan itu.
“Tadi juga kita minta keterangan. Keterangannya juga berubah-ubah,” paparnya.
Berdasarkan penelusuran dari guru sekolah itu, tulisan di poster tersebut terindikasi bukan tulisan tangan MI. Dan, itu juga diakui oleh siswa tersebut. Hanya saja, siswa tersebut belum mengaku siapa yang mempersiapkan tulisan tersebut. Apalagi, dalam poster itu juga terdapat bekas sketsa yang dihapus. Pihak sekolah juga masih mencari tahu siapa yang menulis dan yang mendorong MI melakukan aksi tersebut.
Guru pembimbing PKL juga menerangkan bahwa permasalah itu sudah selesai. Bahkan, wali murid juga menyaatakan jika kerugian yang dialami apotek lebih dari nilai yang hilang juga akan diganti keluarga. Sementara itu, berdasarkan catatan sekolah, MI juga memiliki permasalahan terkait hutang piutang.
“Yang jelas saat ini sudah klir permasalahan ini. Kita tadi juga kaget dengar kabar itu,” jelasnya.
Ditambahkan,MI saat ini tinggal di Wonogiri bersama dengan keluarga besarnya. Ayahnya juga telah meninggal, saudara-saudaranya lah yang selama ini merawat MI.(tar)