
Wonogiri-kabarwonogiri.com-Warga Lingkungan Jaban Kelurahan/Kecamatan Wuryantoro pembangunan tempat pengelolaan sampah reuse,reduce,recyle(TPS3R). Pasalnya, lokasi pembangunannya dekat dengan sekolah yakni SMK Gajah Mungkur 1 Wuryantoro. Selain itu juga TK Negeri Pembina Wuryantoro.
Dalam dialog itu, muncul desakan agar proyek pembangunan TPS3R yang sudah dimulai belum lama ini distop sementara. Sejumlah pihak yang ikut dalam audiensi itu menyebut bahwa sebelum dibangun seharusnya ada sosialisasi yang dilakukan.
Pihak sekolah saat di forum itu juga meminta pengerjaan itu disosialisasikan terlebih dahulu. Ada juga guru yang meminta agar proyek itu ditinjau kembali atau pindah lokasi karena berdekatan dengan sekolah.
Dalam audiensi itu, ada juga yang menyebut bahwa pihak sekolah mendukung kebijakan pemerintah atau tidak menolaknya. Namun alurnya harus benar.
“Kalau bisa direlokasi (pindah),” ujar Kepala SMK Gajah Mungkur 1 Wuryantoro Guruh Sarang Murtiyoso usai audiensi,Jumat(1/9).
Diketahui, proses pembangunan TPS3R sudah berjalan.Tempat sampah itu berada dilahan dengan luas sekitar 200 meter persegi tak jauh dari SMK Gajah Mungkur 1 Wuryantoro dan TK Negeri Pembina Wuryantoro.
Kepala DLH Wonogiri Bahari menuturkan, DLH sebelumnya mengusulkan dibangunnya TPS3R dibangun disana. Sementara untuk pembangunannya dilakukan oleh wilayah dan swakelola masyarakat.Anggaran untuk pembangunan TPS3R sekitar Rp 500-600 juta. Anggarannya berasal dari pusat.
Bahari menilai, TPS3R sangat penting. Dimana nanti akan ada warga yang mengelola di TPS3R.
“Jadi tidak hanya mengambil sampah dari rumah-rumah warga. Nanti bisa didapatkan sesuatu dari memilah sampah,” katanya.
Sampah yang dipilah juga memiliki nilai. Otomatis, masyarakat juga diberdayakan.
Dalam audiensi itu, proyek itu tidak ditolak namun disayangkan belum adanya sosialisasi. Disinggung terkait hal tersebut, Bahari menerangkan bahwa pada awalnya, pihaknya mengusulkan TPS3R dan belum mengetahui apakah itu nanti diakomodir atau tidak. Baru saat usulan itu diakomodir, DLH kemudian berkoordinasi dengan camat Wuryantoro.
“Sosialisasi yang dimaksudkan tentang apa dulu. Prosesnya, ini kami usulkan. Apakah kita sudah punya kewajiban sosialisasi? Jangan-jangan kalau kita sosialisasi nggak jadi ya kan. Kan belum tentu. Karena ini keputusannya ada di kementerian,” paparnya.
Terkait pemilihan lokasi, Bahari menuturkan itu dikoordinasikan lurah dan camat. Yang jelas, syarat dibangunnya TPS3R sudah terpenuhi diantaranya sudah adanya kelompok masyarakat yang mengambil aktivitas pengambilan sampah di wilayah setempat.
Diketahui, pembangunan TPS3R oada awalnya bakal dibangun pada 2024 memdatang. Namun ada percepatan sehingga dibangun pada tahun ini.
Camat Wuryantoro Soemardjono Fadjari menuturkan, lokasi dibangunnya TPS3R itu di atas tanah milik Pemkab Wonogiri. Sebelumnya juga sudah dicek aset milik pemkab yang bisa menjadi titik TPS3R.
“Ada lahan lain yang lebih luas tapi LSD (lahan sawah dilestarikan) jadi tidak boleh dibangun apapun. Ada juga lahan lain tapi kurang luas. Yang masuk ya disitu,” kata dia.
Terkait relokasi TPS3R, camat menyebut kecil kemungkinannya dilakukan. Sebab, tanahnya tidak ada (yang sesuai untuk TPS3R). Sementara itu, akan dilakukan audiensi lagi membahas hal tersebut.
