WONOGIRI-KabarWonogiri.com – Ancaman kekeringan di Kabupaten Wonogiri belum berakhir. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri telah memetakan 14 kecamatan yang berpotensi terdampak kekeringan pada musim kemarau tahun ini.
Di tengah ancaman tersebut, distribusi bantuan air bersih terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan warga yang mulai kesulitan mendapatkan air untuk konsumsi.
Hingga Minggu (6/9/2026), sebanyak 3.100.000 liter air bersih telah didistribusikan ke 11 kecamatan di Kabupaten Wonogiri.
Sekretaris Daerah (Sekda) Wonogiri FX Pranata mengatakan Pemkab Wonogiri telah menyiapkan strategi untuk menghadapi dampak musim kemarau, salah satunya dengan melakukan dropping air bersih.
“Bicara El Nino iya, saat ini ada dampak di musim kemarau. Pemkab Wonogiri juga sudah menyiapkan strategi untuk ini. Salah satunya adalah dropping air bersih untuk air konsumsi,” ujar Pranata.
Pemkab Wonogiri juga telah menyiapkan anggaran sekitar Rp300 juta untuk pengadaan dan distribusi air bersih sebagai bagian dari penanganan darurat bencana kekeringan.
Menurut Pranata, distribusi air bersih hingga kini masih terus berjalan. Bantuan tersebut diprioritaskan bagi wilayah yang masyarakatnya mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
“Sampai saat ini juga sudah jalan dropping air bersih,” katanya.
Sebanyak 11 kecamatan telah menerima bantuan air bersih dari Pemkab Wonogiri. Wilayah tersebut yakni Eromoko, Pracimantoro, Giritontro, Giriwoyo, Jatiroto, Tirtomoyo, Karangtengah, Nguntoronadi, Wonogiri Kota, Manyaran, dan Baturetno.
Pranata menyebut penyaluran air bersih juga dilakukan oleh sejumlah organisasi kemasyarakatan. Namun, tidak seluruh distribusi bantuan tersebut terpantau oleh Pemkab Wonogiri.
“Kemarin juga ada dropping dari organisasi kemasyarakatan. Memang ada yang peduli dan ada juga yang tidak terpantau dalam penyaluran air bersih,” bebernya.
Kepala Pelaksana BPBD Wonogiri Fuad Wahyu Pratama mengatakan berdasarkan pemetaan BPBD, terdapat 14 kecamatan yang berpotensi terdampak kekeringan.
Dari jumlah tersebut, 11 kecamatan telah mendapatkan dropping air bersih dari Pemkab Wonogiri.Sementara tiga kecamatan lainnya yakni Selogiri, Wuryantoro, dan Paranggupito belum mendapatkan dropping air bersih dari Pemkab Wonogiri.
Fuad menjelaskan, belum adanya dropping dari Pemkab bukan berarti tiga wilayah tersebut terbebas dari ancaman kekeringan.
“Tiga kecamatan itu belum ada dropping dari Pemkab Wonogiri karena belum ada permintaan dari wilayah. Tapi memang sudah ada CSR ataupun bantuan yang dikirimkan ke wilayah itu. Misalnya dari kepolisian atau organisasi lain,” papar Fuad.
BPBD Wonogiri, lanjut dia, terbuka untuk berkoordinasi dengan organisasi, perusahaan, maupun lembaga yang ingin menyalurkan bantuan air bersih.
Pihaknya dapat memberikan informasi mengenai wilayah yang membutuhkan bantuan sehingga penyaluran air bersih dapat lebih tepat sasaran.
“Kalau ada organisasi atau lembaga yang hendak mengirimkan air bersih, kami siap berkoordinasi. Kami bisa memberikan informasi atau referensi wilayah yang bisa dibantu dropping air bersih,” tandasnya.
