Nasi Rames-Langgi Sor Jati Wonogiri, Menu Sederhana yang Bikin Pelanggan Balik Lagi

by Abdul Manar

WONOGIRI-KabarWonogiri.com – Sepiring nasi dengan lauk sederhana terkadang justru menyimpan rasa yang sulit dilupakan.

Di Wonogiri, salah satu menu yang cukup dikenal adalah nasi langgi. Sajian tersebut bisa ditemukan di Warung Sumber Rejeki milik Nunik, yang berada di Lingkungan Joho Lor, Kelurahan Giriwono, Kecamatan Wonogiri Kota.

Namun, warga lebih mengenalnya dengan sebutan Warung Sor Jati. Nama tersebut bukan tanpa alasan. Dahulu, warung sederhana itu berada di kawasan yang dipenuhi pepohonan jati.

Meski kini pohon-pohon jati di sekitar warung telah ditebang karena dikhawatirkan roboh, nama Sor Jati masih melekat hingga sekarang.

Warung yang sudah berdiri sejak 2010 itu menawarkan menu yang terbilang sederhana. Hanya ada nasi rames, nasi langgi, dan timlo.

Meski tidak banyak pilihan, justru menu-menu tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi pelanggan.

“Saya sudah sejak 2010 warung ini buka,” ujar Andri, anak pemilik Warung Sumber Rejeki.

Saat pertama kali buka, warung tersebut sempat menjajakan berbagai menu, salah satunya pecel lele. Seiring berjalannya waktu, pemilik kemudian mengembangkan menu nasi rames dan nasi langgi.

Kini, kedua menu tersebut menjadi andalan warung.

“Sekarang ya itu menunya, rames, langgi dan timlo. Paling laris ya rames dan langgi,” kata Andri.

Nasi Langgi dan Rames, Apa Bedanya? Sekilas, nasi rames dan nasi langgi yang disajikan di Warung Sor Jati terlihat hampir sama.

Dalam satu porsi terdapat sejumlah lauk dan kondimen, mulai dari oseng, sambal goreng, suwiran ayam opor, srundeng hingga klengkam.

Namun, ada satu pembeda yang cukup mencolok.

“Kalau langgi ada perkedel kentangnya. Bedanya itu. Kalau di sini biasanya tambah telur dadar. Kalau mau telur ceplok juga bisa,” bebernya.

Perpaduan lauk tersebut membuat nasi rames maupun nasi langgi cocok disantap sebagai menu sarapan maupun makan siang.

Harganya pun relatif terjangkau.Untuk nasi langgi plus telur, pelanggan cukup membayar Rp14 ribu. Sementara nasi langgi dibanderol Rp15 ribu.

“Kalau tidak pakai telur kurangi Rp4 ribu,” jelas Andri.

Warung Sor Jati buka setiap Senin hingga Jumat. Masakan sudah siap disajikan mulai pukul 07.00 WIB. Warung biasanya tutup sekitar pukul 14.00 WIB, bahkan bisa lebih cepat apabila makanan telah habis.

Menariknya, pelanggan Warung Sor Jati datang dari berbagai kalangan. Mulai dari PNS hingga warga yang mampir mencari sarapan setelah berolahraga pada pagi hari.

Salah satu pelanggan, Yogi, mengaku cukup sering menyambangi warung tersebut. Ia biasanya memesan nasi rames atau nasi langgi untuk makan siang bersama teman-temannya.

“Rasanya enak. Saya kan suka masakan Jawa seperti ini. Jadi sering sama teman-teman makan siang di sini,” ujarnya.

Bagi pelanggan seperti Yogi, menu sederhana justru menjadi daya tarik Warung Sor Jati. Tidak perlu banyak pilihan. Sepiring nasi dengan lauk rumahan dan cita rasa masakan Jawa sudah cukup untuk membuat perut kenyang sekaligus membuat pelanggan ingin kembali.

Related Posts

Leave a Comment