Wonogiri—KabarWonogiri.com – Polres Wonogiri menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Candi 2026 di halaman Mapolres Wonogiri, Kamis (12/3/2026). Kegiatan tersebut menjadi wujud kesiapan jajaran kepolisian bersama TNI serta berbagai instansi terkait dalam mengamankan arus mudik dan perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah di wilayah Kabupaten Wonogiri.
Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo menyampaikan bahwa apel gelar pasukan ini bertujuan memastikan seluruh personel, perlengkapan, serta sarana prasarana telah siap dalam mendukung pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2026.
Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi bentuk penguatan sinergi antara kepolisian, TNI, pemerintah daerah, dan seluruh stakeholder terkait agar pengamanan mudik serta perayaan Idul Fitri dapat berjalan aman, tertib, dan lancar.
Kapolres mengungkapkan, berdasarkan survei Kementerian Perhubungan RI, potensi pergerakan masyarakat selama libur Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 52 persen dari total populasi Indonesia atau sekitar 146,48 juta orang. Jumlah tersebut bahkan berpotensi meningkat sebagaimana tren pada tahun-tahun sebelumnya.
Untuk mengantisipasi tingginya mobilitas masyarakat, Polri bersama TNI dan instansi terkait melaksanakan operasi terpusat dengan sandi “Ketupat Candi 2026” yang mengusung tema “Mudik Aman, Keluarga Bahagia.”
Operasi ini akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Polres Wonogiri juga telah menyiapkan berbagai langkah strategis, salah satunya rekayasa lalu lintas guna mengurai kepadatan kendaraan di jalur mudik. Pengaturan arus kendaraan akan dilakukan berdasarkan analisis situasi serta laporan petugas di lapangan secara real time.
Selain pengamanan lalu lintas, pengawasan terhadap ketersediaan bahan pokok penting dan bahan bakar minyak juga menjadi perhatian. Hal ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga serta memastikan distribusi berjalan lancar selama periode mudik.
Kapolres menegaskan bahwa aparat akan menindak tegas pihak-pihak yang melakukan penimbunan barang kebutuhan masyarakat.
Ia juga mengingatkan seluruh personel agar memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan mengedepankan sikap humanis dan responsif selama pelaksanaan operasi.
Petugas di lapangan diharapkan aktif melakukan pemeriksaan kesehatan pengemudi, memastikan kelayakan kendaraan, serta memantau kesiapan rambu-rambu lalu lintas dan lampu penerangan jalan, terutama di titik rawan kecelakaan.
Masyarakat juga diimbau memanfaatkan layanan Hotline 110 untuk melaporkan gangguan keamanan, kondisi darurat, maupun kemacetan di jalur mudik.
