WONOGIRI—KabarWonogiri.com – Pintu air di Waduk Gajah Mungkur, Kabupaten Wonogiri, resmi ditutup pada Senin (9/3/2026) siang. Meski demikian, pihak pengelola menyatakan pintu air masih berpotensi dibuka kembali menyesuaikan kondisi di lapangan.
Kepala Sub Divisi Pengelolaan Sumber Daya Air (SDA) Wilayah Sungai Bengawan Solo 1, Teguh Bayu Aji, menjelaskan penutupan dilakukan pada pukul 12.00 WIB. Keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kondisi elevasi waduk serta informasi prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika yang memprediksi musim kemarau akan datang lebih cepat dan berlangsung lebih lama.
Menurut Teguh, langkah ini merupakan bagian dari upaya mitigasi untuk menjaga cadangan air waduk agar tetap mencukupi kebutuhan saat musim kemarau nanti. Saat ini kondisi waduk masih berada dalam status normal atau siaga hijau.
Ia menambahkan, sejumlah parameter seperti tinggi muka air (TMA), inflow, dan outflow terus dipantau secara berkala untuk memastikan operasional waduk berjalan aman sekaligus tetap mendukung fungsi pengendalian banjir.
Terkait dampak pembukaan pintu air yang dilakukan sejak Selasa (3/3/2026), Teguh menyebutkan terjadi peningkatan debit aliran di bagian hilir sepanjang Bengawan Solo. Namun, menurutnya kenaikan yang cukup signifikan lebih banyak dipengaruhi oleh aliran dari anak-anak sungai.
Walaupun pintu air saat ini telah ditutup, kemungkinan pembukaan kembali tetap ada. Hal tersebut akan bergantung pada perkembangan kondisi hidrologi, terutama curah hujan, besarnya inflow waduk, serta kenaikan elevasi air yang berkaitan dengan upaya pengendalian banjir.
Pihak pengelola juga mengimbau masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di sepanjang aliran Bengawan Solo untuk tetap waspada terhadap perubahan debit sungai. Warga diminta tidak beraktivitas terlalu dekat dengan badan sungai serta selalu memperhatikan informasi resmi dari petugas dan pemerintah setempat.
