Wonogiri-KabarWonogiri.com – Polres Wonogiri menggelar simulasi penanganan aksi demonstrasi hingga kerusuhan pada Kamis (23/4/2026). Kegiatan ini berlangsung di halaman Pendapa Kabupaten Wonogiri dan GOR Giri Mandala.
Simulasi tersebut mengangkat skenario penolakan warga terhadap rencana pembukaan ribuan hektare perkebunan kelapa sawit di wilayah Wonogiri. Dalam adegan latihan, sekelompok masyarakat mendatangi kantor Bupati untuk menyampaikan aspirasi mereka karena khawatir proyek tersebut dapat merusak lingkungan.
Namun, aksi di depan kantor Bupati berujung buntu lantaran para demonstran tidak berhasil bertemu langsung dengan Bupati. Keesokan harinya, aksi berlanjut dengan jumlah massa yang lebih besar di depan GOR Giri Mandala.
Dalam simulasi itu, situasi memanas ketika massa tidak mampu mengendalikan emosi hingga memicu kerusuhan. Aparat kepolisian pun berupaya meredam keadaan. Setelah pendekatan persuasif tidak berhasil, petugas akhirnya mengambil tindakan tegas untuk membubarkan aksi yang sudah anarkis.
Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo menjelaskan bahwa simulasi ini bertujuan meningkatkan kemampuan dan kesiapan personel dalam menghadapi situasi serupa di lapangan. Ia menegaskan, meskipun kondisi wilayah Wonogiri saat ini relatif aman, latihan tetap diperlukan sebagai bentuk antisipasi sekaligus evaluasi.
Menurutnya, masyarakat Wonogiri secara umum sudah cukup dewasa dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Ia juga menambahkan bahwa menjelang peringatan Hari Buruh (May Day), situasi di wilayah tersebut masih terkendali.
Bahkan, peringatan Hari Buruh tahun ini direncanakan diisi dengan kegiatan bakti sosial oleh para pekerja. Pihak kepolisian menyambut baik rencana tersebut dan siap memberikan dukungan dalam bentuk pengamanan serta pelayanan.
