Sebulan, 50 ASN Pemkab Wonogiri Ajukan Izin Umrah, Jamaah Solo Raya Capai 1.500 Orang

by Abdul Manar

WONOGIRI-KabarWonogiri.com – Minat masyarakat Kabupaten Wonogiri untuk menunaikan ibadah umrah ke Tanah Suci Makkah terus meningkat.

Antusiasme tersebut tak hanya datang dari masyarakat umum. Kalangan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri juga cukup banyak yang mengajukan izin untuk menjalankan ibadah umrah.

Bupati Wonogiri Setyo Sukarno mengungkapkan, dalam satu bulan dirinya bisa menerima sekitar 50 permohonan izin umrah dari ASN Pemkab Wonogiri.

“Sebulan itu bisa sampai sekitar 50 izin umrah dari ASN,” ungkap Setyo saat menghadiri peluncuran kantor PT Zam-zam Tour and Travel Cabang Wonogiri di Jalan Letjen Suprapto, Wonokarto, Wonogiri, Rabu (16/9/2026) malam.

Menurut Setyo, tingginya jumlah permohonan tersebut menjadi salah satu gambaran besarnya minat masyarakat Wonogiri untuk beribadah ke Tanah Suci.

Kehadiran biro perjalanan umrah di Wonogiri pun dinilai dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat yang ingin memperoleh informasi sekaligus pendampingan sebelum dan selama menjalankan ibadah.

“Semoga kantor baru ini berjalan dengan sebaik-baiknya, pelayanan semakin baik dan amanah, sehingga ibadah berjalan lancar,” katanya.

Tingginya minat warga Wonogiri untuk berangkat umrah juga dirasakan PT Zam-zam Tour and Travel. Pemilik PT Zam-zam Tour and Travel, Muhammad Tri Wibowo, mengatakan pihaknya dapat memberangkatkan sekitar 1.500 jamaah dari wilayah Solo Raya dalam satu musim umrah.

Musim tersebut berlangsung mulai Muharram hingga Syawal.

“Jumlah jamaah dalam satu musim di Solo Raya bisa sampai 1.500 orang. Banyak di antaranya berasal dari Wonogiri,” kata Tri Wibowo.

Menurutnya, tingginya animo masyarakat Wonogiri menjadi salah satu pertimbangan dibukanya kantor cabang PT Zam-zam Tour and Travel di Wonogiri.

Dengan adanya kantor tersebut, calon jamaah dari Wonogiri tidak perlu lagi datang ke Sukoharjo untuk memperoleh informasi maupun mengikuti bimbingan umrah.

“Dengan dibukanya kantor Wonogiri, pelayanan diharapkan semakin baik. Jamaah tidak perlu jauh-jauh ke Sukoharjo untuk mendapatkan bimbingan umrah, bisa dibimbing di Wonogiri,” jelasnya.

Di tengah tingginya minat masyarakat, biaya perjalanan tentu menjadi salah satu pertimbangan calon jamaah. Tri Wibowo menyebut paket umrah yang ditawarkan PT Zam-zam Tour and Travel saat ini mulai Rp 27 juta per orang.

Paket tersebut mencakup akomodasi hotel bintang tiga dengan durasi perjalanan selama sembilan hari. Harga tersebut mengalami penyesuaian dibanding sebelumnya yang berada di kisaran Rp 23 juta.

Menurut Tri, salah satu faktor yang memengaruhi kenaikan biaya adalah harga avtur.

“Setelah kenaikan harga avtur, biayanya ada kenaikan dari Rp 23 juta menjadi Rp 27 juta. Itu harga normal,” ujarnya.

Tri juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran paket umrah dengan harga yang jauh di bawah kewajaran.

Menurutnya, calon jamaah perlu memastikan legalitas dan kredibilitas biro perjalanan sebelum mendaftarkan diri. Sebab, masih ada masyarakat yang menjadi korban penipuan setelah tergiur tawaran paket murah.

“Kalau ada yang menawarkan harga tidak wajar, justru harus dicurigai,” katanya.

Ia mencontohkan adanya pengecekan terhadap pihak yang menawarkan paket umrah dengan harga tidak wajar yang menurutnya pernah dilakukan Kementerian Haji dan Umrah di Yogyakarta bersama aparat kepolisian.

Peluncuran kantor PT Zam-zam Tour and Travel Cabang Wonogiri tersebut turut dihadiri Bupati Wonogiri Setyo Sukarno, Kepala Kementerian Haji dan Umrah Wonogiri H Fauzi Rohmat Djauhari, serta Kepala Cabang PT Zam-zam Tour and Travel Wonogiri H Heriwanto.

Related Posts

Leave a Comment