WONOGIRI—KabarWonogiri.com – KGPAA Mangkoenagoro X atau Gusti Bhre mengunjungi Kabupaten Wonogiri dalam rangka penyerahan Berkah Sura Mangkunegaran yang dipusatkan di kawasan Monumen Watu Gilang Nglaroh, Selasa (14/7/2026).
Kunjungan tersebut menjadi simbol kuat eratnya hubungan historis antara Pura Mangkunegaran dengan Wonogiri yang telah terjalin sejak masa perjuangan Raden Mas Said.
Kedatangan Gusti Bhre disambut langsung oleh Bupati Wonogiri Setyo Sukarno beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Wonogiri.
Dalam kesempatan itu, Gusti Bhre menyerahkan bingkisan Berkah Sura Mangkunegaran kepada para juru kunci dan masyarakat di sekitar situs-situs peninggalan Mangkunegaran sebagai bentuk penghormatan kepada para penjaga warisan sejarah sekaligus kepedulian terhadap masyarakat.
Bupati Wonogiri Setyo Sukarno menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan Pura Mangkunegaran kepada masyarakat Wonogiri.
“Kehadiran Gusti Bhre di Wonogiri menjadi berkah bagi masyarakat. Selain mempererat silaturahmi, kunjungan ini juga menjadi bagian penting dalam melestarikan sejarah sekaligus menguatkan kepedulian bersama agar warisan budaya tetap terjaga hingga kini,” ujar Setyo.
Ia mengatakan, upaya pelestarian budaya juga telah diwujudkan melalui prosesi Jamasan Pusaka Mangkunegaran yang tersimpan dan dirawat di wilayah Kabupaten Wonogiri.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama dalam menjaga tradisi dan nilai-nilai budaya yang diwariskan para leluhur.
“Meskipun tantangan dalam melestarikan tradisi dan sejarah terus berkembang, Pemkab Wonogiri bersama seluruh elemen masyarakat berkomitmen untuk terus menjaga dan melestarikan warisan budaya yang menjadi identitas daerah,” katanya.
Setyo menjelaskan, Monumen Watu Gilang Nglaroh memiliki nilai sejarah penting karena diyakini sebagai lokasi awal perjuangan Raden Mas Said melawan penjajah yang kemudian mengantarkannya menjadi pendiri Pura Mangkunegaran.
Selain Watu Gilang, Wonogiri juga menyimpan sejumlah situs bersejarah lain yang berkaitan dengan perjalanan Mangkunegaran, di antaranya Sendang Ijo, Keblokan, Mantenan, Karang Tengah, Gunung Wijil di Kecamatan Selogiri, hingga situs bersejarah di Desa Bubakan, Kecamatan Girimarto.
Menurutnya, keberadaan situs-situs tersebut menjadi bukti kuat bahwa hubungan sejarah antara Pura Mangkunegaran dan masyarakat Wonogiri telah terjalin sejak lama serta terus dijaga sebagai bagian dari identitas budaya daerah.
