Hujan Mulai Turun, tetapi Warga Wonogiri Masih Butuh Bantuan Air Bersih

by Abdul Manar

WONOGIRI-KabarWonogiri.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri kembali memperpanjang status tanggap darurat kekeringan selama 14 hari, mulai 28 Oktober hingga 10 November 2026.

Perpanjangan status tersebut dilakukan karena dampak kekeringan masih dirasakan masyarakat, meskipun sejumlah wilayah di Wonogiri mulai memasuki awal musim penghujan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri, Fuad Wahyu Pratama mengatakan, hujan yang mulai turun belum cukup untuk memulihkan sumber-sumber air yang terdampak kekeringan.

“Diperpanjang 14 hari lagi, sampai 10 November mendatang sambil melihat situasi,” terang dia.

Fuad menjelaskan, sejumlah kecamatan memang sudah mulai diguyur hujan. Namun, intensitas hujan masih rendah dan persebarannya belum merata.

Kondisi tersebut membuat ketersediaan air di sejumlah wilayah belum kembali normal.

“Di Manyaran baru gerimis-gerimis, Eromoko juga. Jadi, hujannya belum merata dan belum deras,” ujarnya.

BPBD Wonogiri juga terus berkoordinasi dengan pemerintah wilayah yang terdampak kekeringan untuk memantau kondisi kebutuhan air bersih masyarakat.

Dari hasil koordinasi tersebut, warga di sejumlah wilayah masih membutuhkan bantuan distribusi atau dropping air bersih.

Pasalnya, hujan yang turun satu hingga dua kali belum mampu mengisi kembali sumber-sumber air yang sebelumnya mengering.

“Sudah ada yang hujan satu sampai dua kali, tetapi sumber air belum pulih normal karena masih kering. Jadi, masih membutuhkan dropping air bersih,” jelasnya.

Dengan perpanjangan status tanggap darurat ini, penanganan dampak kekeringan di Wonogiri masih akan dilanjutkan sembari memantau perkembangan curah hujan dan kondisi sumber air di wilayah terdampak.

Related Posts

Leave a Comment