Pagelaran Wayang Kulit Semalam Suntuk di Giritontro Jadi Media Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan

by Abdul Manar

WONOGIRI-KabarWonogiri.com – Pagelaran wayang kulit semalam suntuk di Lapangan Kecamatan Giritontro, Minggu (1/11/2026) malam, tak sekadar menjadi hiburan bagi masyarakat. Pertunjukan seni tradisional tersebut juga dimanfaatkan sebagai sarana sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan yang memadukan edukasi kebangsaan dengan pelestarian budaya Jawa tersebut.

Bupati Wonogiri Setyo Sukarno menyampaikan apresiasi kepada Wakil Ketua MPR RI, anggota DPR RI, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Menurutnya, sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan memiliki peran penting dalam memperkuat pemahaman masyarakat mengenai nilai-nilai kebangsaan, terutama dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Kegiatan itu dihadiri Wakil Ketua MPR RI Ir. Bambang Wuryanto, MBA atau yang akrab disapa Bambang Pacul, Plt. Sekretaris Jenderal MPR RI Heri Herawan, SH, Anggota DPD RI dari Jawa Tengah Casytha Arriwi Kathmandu, Forkopimda Wonogiri, anggota DPRD Wonogiri, Forkopimcam Giritontro, serta dalang Ki Bayu Aji Pamungkas.

Setyo mengatakan, semangat kebangsaan yang diwariskan para pemuda melalui momentum Sumpah Pemuda harus terus dijaga dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Terlebih, Indonesia kini tengah mempersiapkan diri menyongsong cita-cita besar Indonesia Emas 2045.

Menurutnya, setiap daerah memiliki peran strategis dalam mewujudkan cita-cita tersebut. Kontribusi bisa dilakukan melalui pengembangan potensi daerah dan pembangunan yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing wilayah.

“Kabupaten Wonogiri pun terus berupaya mewujudkan daerah yang berdaya saing, maju, sejahtera, dan berkelanjutan,” imbuhnya.

Bupati juga berharap adanya arahan, bimbingan, dan motivasi dari para wakil rakyat di tingkat pusat. Dengan demikian, pembangunan di Wonogiri dapat terus berjalan sesuai aspirasi serta kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, pemilihan wayang kulit sebagai media sosialisasi dinilai menjadi cara menarik untuk menyampaikan pesan kebangsaan kepada masyarakat.

Melalui lakon Gathutkaca Kalajaya yang dibawakan Ki Bayu Aji Pamungkas, Setyo berharap masyarakat tidak hanya memperoleh hiburan, tetapi juga semakin memahami pentingnya nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan.

Di sisi lain, kegiatan tersebut sekaligus menjadi upaya menjaga eksistensi wayang kulit sebagai warisan budaya luhur bangsa.

Setyo berharap seni tradisional tersebut terus dikenalkan dan dilestarikan, terutama kepada generasi muda, agar tidak tergerus perkembangan zaman.

Related Posts

Leave a Comment