3.268 Hektar Lahan Pertanian di Wonogiri Diserang Kera, Nguntoronadi Terparah

by Abdul Manar

WONOGIRI-KabarWonogiri.com – Serangan hama kera mengancam lahan pertanian di Kabupaten Wonogiri. Hingga Jumat (23/10/2026), total 3.268 hektar lahan dilaporkan terdampak serangan kera yang tersebar di seluruh 25 kecamatan.

Pemkab Wonogiri kini berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait untuk menindaklanjuti persoalan tersebut. Serangan kera dinilai tidak hanya mengganggu aktivitas pertanian, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi bagi masyarakat.

Bupati Wonogiri Setyo Sukarno mengatakan laporan serangan kera diterima dari seluruh kecamatan di Kota Sukses.

“Memang merata laporan yang kami terima, di 25 kecamatan,” ujar Setyo baru-baru ini.

Berdasarkan data Dinas Pertanian Wonogiri, Kecamatan Nguntoronadi menjadi wilayah dengan luasan lahan terdampak terbesar. Tercatat 525 hektar lahan pertanian di kecamatan tersebut dilaporkan mengalami serangan kera.

Sementara itu, luasan terdampak paling kecil tercatat di Kecamatan Selogiri dan Jatisrono. Masing-masing wilayah melaporkan serangan kera pada lahan seluas lima hektar.

Pemkab Wonogiri telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait. Namun, pemerintah daerah masih menunggu informasi dan tindak lanjut lebih jauh untuk menangani persoalan tersebut.

Menurut Setyo, serangan kera membuat masyarakat kesulitan mengolah lahan pertanian yang menjadi sasaran satwa tersebut.

“Menurut saya, ini membuat masyarakat tidak bisa mengolah lahan-lahan yang dijujugi kera itu. Berdampak terhadap masyarakat,” kata Bupati.

Dia menambahkan, dampak serangan kera juga berpotensi merembet ke sektor ekonomi warga. Pasalnya, lahan pertanian menjadi salah satu sumber penghidupan masyarakat di Wonogiri.

Setyo mengilustrasikan, apabila satu hektar lahan pertanian mampu memberikan keuntungan Rp 5 juta setiap panen, kerugian yang timbul akibat serangan kera bisa mencapai angka yang besar jika terjadi pada ribuan hektar lahan.

Karena itu, persoalan tersebut perlu mendapat perhatian agar aktivitas pertanian masyarakat tidak terus terganggu dan potensi kerugian petani dapat ditekan.

Related Posts

Leave a Comment