Pilkades Wonogiri 2026: 140 Pendaftar Berebut Kursi Kades di 50 Desa

by Abdul Manar

WONOGIRI-KabarWonogiri.com – Sebanyak 140 orang mendaftar sebagai bakal calon kepala desa (cakades) dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2026 di Kabupaten Wonogiri. Mereka akan bersaing memperebutkan jabatan kepala desa di 50 desa.

Pendaftaran cakades resmi ditutup pada Kamis (15/10/2026). Seluruh desa yang menggelar Pilkades dipastikan telah memenuhi syarat minimal dua pendaftar.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Wonogiri, Joko Purwidyatmo, mengatakan tidak ada perpanjangan masa pendaftaran karena seluruh desa telah memenuhi ketentuan tersebut.

“Sudah ditutup kemarin tanggal 15 Oktober, tidak ada perpanjangan. Pendaftar di semua desa sudah memenuhi syarat, minimal dua calon,” katanya.

Meski demikian, 140 pendaftar tersebut belum resmi ditetapkan sebagai calon kepala desa. Saat ini, panitia masih melakukan penelitian dan verifikasi berkas untuk memastikan seluruh persyaratan terpenuhi.

“Ini masih bakal calon kades. Masih penelitian berkas, nanti masih ada penetapan calon,” jelasnya.

Tahapan verifikasi ini menjadi penentu bagi para pendaftar untuk melangkah ke tahap berikutnya. Bakal calon yang tidak memenuhi persyaratan dapat dinyatakan tidak lolos setelah proses pemeriksaan selesai.

Persaingan Pilkades serentak 2026 di Wonogiri cukup ketat di sejumlah desa. Dari 50 desa peserta Pilkades, terdapat dua desa yang memiliki lebih dari lima pendaftar bakal calon kepala desa.

Desa Saradan, Kecamatan Baturetno, tercatat memiliki enam pendaftar. Sementara itu, Desa Slogohimo, Kecamatan Slogohimo, menjadi desa dengan jumlah pendaftar terbanyak, yakni tujuh orang.

Sesuai ketentuan, desa yang memiliki lebih dari lima bakal calon harus melalui proses seleksi untuk menentukan lima orang yang dapat ditetapkan sebagai calon kepala desa.

Dengan demikian, para pendaftar di Saradan dan Slogohimo masih harus melewati tahapan seleksi sebelum ditetapkan sebagai peserta resmi Pilkades.

Joko mengatakan, pihaknya masih menunggu laporan lengkap dari sejumlah desa terkait data pendaftar.

“Untuk data lengkap pendaftar, beberapa desa belum masuk laporan, kami masih menunggu,” jelasnya.

Di tengah persaingan memperebutkan jabatan kepala desa, sejumlah petahana dipastikan tidak kembali maju dalam Pilkades serentak 2026 di Wonogiri.

Di Desa Saradan, petahana memilih tidak mencalonkan diri kembali. Sementara itu, petahana Desa Wonoharjo tidak dapat mengikuti Pilkades karena telah menjabat selama tiga periode.

Adapun di Desa Kedungombo, petahana tidak dapat kembali mengikuti kontestasi karena telah meninggal dunia.

Dengan ditutupnya pendaftaran, tahapan Pilkades serentak di 50 desa tersebut kini berlanjut ke proses verifikasi berkas dan penetapan calon. Para bakal calon masih harus memastikan seluruh persyaratan terpenuhi sebelum resmi mengikuti tahapan pemilihan berikutnya.

Related Posts

Leave a Comment