WONOGIRI-KabarWonogiri.com – Pembangunan Pasar Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, terus dikebut. Memasuki pekan ke-11, progres revitalisasi pasar mencapai 28,408 persen, melampaui target yang ditetapkan sebesar 23,091 persen.
Sejumlah bangunan kios mulai berdiri. Bahkan, beberapa kios sudah memasuki tahap pemasangan rangka atap. Sementara itu, pengerjaan los juga mulai berjalan.
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disdag KUKM) Wonogiri, Wahyu Widayati, mengatakan capaian tersebut berdasarkan laporan progres pembangunan yang diterimanya pada Minggu (18/10/2026).
“Progres minggu ke-11 yang saya terima pada Minggu (18/10/2026), yang direncanakan 23,091 persen kemudian terealisasi 28,408 persen atau deviasi sekitar 5 persen,” kata Wahyu.
Meski progres pembangunan sudah melampaui target, Pemkab Wonogiri tetap mendorong kontraktor untuk meningkatkan kecepatan pengerjaan.
Terlebih, kondisi cuaca yang masih mendukung dinilai menjadi kesempatan untuk memaksimalkan pekerjaan konstruksi sebelum musim hujan tiba.
“Mumpung cuaca mendukung, belum turun hujan. Kami mendorong percepatan lagi, bahkan minggu ini bisa 35 persen,” ujarnya.
Wahyu menjelaskan, perkembangan pembangunan mulai terlihat pada sejumlah blok kios, yakni blok A, B, dan C. Beberapa bangunan bahkan sudah memasuki tahap pemasangan rangka atap.
Pada blok A, pengerjaan konstruksi telah mendekati tahap pemasangan atap. Selain itu, terdapat bangunan kios bertingkat yang juga menjadi bagian dari revitalisasi Pasar Slogohimo.
Pengerjaan los turut berjalan seiring dengan pembangunan blok-blok kios tersebut.
Menurut Wahyu, percepatan pekerjaan perlu dimaksimalkan selagi cuaca mendukung. Langkah ini diharapkan dapat menjaga progres pembangunan agar tetap sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.
Namun, percepatan pengerjaan tidak boleh mengesampingkan kualitas bangunan. Disdag KUKM Wonogiri terus melakukan pemantauan melalui tim teknis untuk memastikan pekerjaan di lapangan berjalan sesuai ketentuan.
“Kami tetap meminta percepatan. Meskipun begitu, kualitas harus diperhatikan. Tim teknis kami terus melakukan pemantauan,” jelasnya.
Ia juga memastikan pembangunan pasar tidak mengganggu aktivitas perdagangan di pasar darurat. Lokasi pasar darurat telah dipindahkan sehingga pengerjaan konstruksi dapat berlangsung tanpa mengganggu kegiatan pedagang di tempat penampungan sementara tersebut.
Pemkab Wonogiri berharap revitalisasi Pasar Slogohimo dapat selesai tepat waktu agar para pedagang segera menempati bangunan pasar yang baru.
Revitalisasi Pasar Slogohimo menelan anggaran sekitar Rp 17 miliar. Dana tersebut bersumber dari APBD Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp 10 miliar dan APBD Kabupaten Wonogiri sebesar Rp 7.017.100.000.
Setelah pembangunan selesai, Pasar Slogohimo direncanakan memiliki 597 unit los dan 92 unit kios untuk menunjang aktivitas perdagangan.
Proyek tersebut ditargetkan rampung dalam waktu 148 hari kalender, dengan batas penyelesaian paling lambat pada 29 Desember 2026.
Apabila pengerjaan berjalan sesuai jadwal, para pedagang diharapkan dapat kembali menempati pasar tersebut sekitar Januari 2027.
