BMKG Ungkap Ancaman Gempa M 9,1 di Selatan Jawa, Warga Wonogiri Diminta Siaga

by Abdul Manar

WONOGIRI-KabarWonogiri.com– Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi ancaman gempa bumi di wilayah Wonogiri yang dipengaruhi sejumlah sumber gempa aktif. Salah satunya zona megathrust Selatan Jawa yang berpotensi memicu gempa dengan magnitudo hingga 9,1.

Peringatan tersebut disampaikan dalam kegiatan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan, Gempa Bumi dan Tsunami yang digelar BMKG bersama Pemerintah Kabupaten Wonogiri pada Sabtu (24/10/2026).

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan, kegiatan itu bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap potensi bencana sekaligus mendorong kesiapsiagaan dan aksi dini.

Menurut dia, kegiatan tersebut digelar setelah koordinasi dengan Anggota Komisi V DPR RI Sriyanto Saputro.

“Bersama Forkompimda Wonogiri, kegiatan digelar untuk memberikan kesadaran, meningkatkan kesiapsiagaan dan memicu aksi dini di masyarakat,” ujar Faisal.

Berdasarkan data BMKG, aktivitas seismik di wilayah Wonogiri dipengaruhi sejumlah sumber gempa aktif, yakni Sesar Opak dengan magnitudo 6,7, Sesar Dengkeng dengan magnitudo 6,6, serta zona megathrust Selatan Jawa yang berpotensi mencapai magnitudo 9,1.

Melalui sekolah lapang tersebut, BMKG berupaya meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memahami dan memanfaatkan informasi cuaca maritim. Peserta juga dibekali pemahaman mengenai potensi ancaman gempa bumi dan tsunami serta pentingnya langkah mitigasi.

Faisal menuturkan, informasi BMKG dapat dimanfaatkan berbagai kalangan, termasuk nelayan dan masyarakat yang menggantungkan mata pencaharian pada kondisi alam.

“Juga meningkatkan kesiapsiagaan terkait dengan gempa dan tsunami,” kata dia.

Hingga 2026, kegiatan serupa telah diselenggarakan di berbagai wilayah Jawa Tengah dan menghasilkan ribuan alumni. Para peserta diharapkan dapat menjadi agen informasi yang menyebarkan pengetahuan mengenai cuaca dan kebencanaan di lingkungan masing-masing.

Anggota Komisi V DPR RI Sriyanto Saputro mengapresiasi BMKG dan Pemkab Wonogiri yang memfasilitasi kegiatan tersebut.

Menurut dia, sekolah lapang itu penting bagi masyarakat Wonogiri yang memiliki potensi perikanan laut maupun perikanan darat di Waduk Gajah Mungkur (WGM).

“Ini sangat berguna untuk masyarakat. Seperti nelayan dan masyarakat lain. Karena apa? Wonogiri punya potensi perikanan laut dan di Waduk Gajah Mungkur (WGM),” beber dia.

Sriyanto juga menyoroti pentingnya pemahaman masyarakat terhadap potensi gempa bumi dan tsunami. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diharapkan memiliki bekal pengetahuan mengenai langkah yang perlu dilakukan ketika bencana terjadi.

Sementara itu, Bupati Wonogiri Setyo Sukarno menekankan pentingnya pemahaman masyarakat terhadap potensi bencana, terutama gempa bumi, serta informasi cuaca.

Menurut dia, karakteristik wilayah Wonogiri memiliki potensi kegempaan dan kebencanaan yang perlu diantisipasi bersama. Kondisi alam juga berkaitan erat dengan mata pencaharian masyarakat, khususnya di sektor perikanan tangkap dan budidaya.

Cuaca dan iklim menjadi faktor penting yang memengaruhi keselamatan sekaligus produktivitas nelayan dan pembudidaya ikan.

“Karena itu, masyarakat perlu memahami potensi gempa bumi, langkah penyelamatan diri, serta cara membaca dan memanfaatkan informasi cuaca. Pengetahuan tersebut tidak hanya penting untuk mengurangi risiko korban jiwa, tetapi juga membantu masyarakat menentukan langkah yang tepat sebelum beraktivitas,” papar Setyo.

Related Posts

Leave a Comment