WONOGIRI-KabarWonogiri.com Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2026 di Kabupaten Wonogiri diwarnai fenomena bakal calon kepala desa (cakades) yang berasal dari satu keluarga. Mulai dari pasangan suami-istri, bapak dan anak, hingga paman dan keponakan, sama-sama mendaftarkan diri untuk mengikuti kontestasi di desa masing-masing.
Berdasarkan penelusuran, bakal cakades yang memiliki hubungan keluarga ditemukan di sejumlah desa, di antaranya Desa Semagar dan Bubakan di Kecamatan Girimarto, Desa Watusomo dan Sedayu di Kecamatan Slogohimo, serta Desa Sendang di Kecamatan Wonogiri.
Di Desa Sendang, Kecamatan Wonogiri, misalnya, petahana Sukamto bakal berhadapan dengan putrinya sendiri, Siska Queentasari. Keduanya sama-sama mendaftarkan diri sebagai bakal cakades.
Sukamto membenarkan putrinya ikut meramaikan kontestasi Pilkades Sendang. Dia menegaskan, keputusan Siska untuk maju bukan atas permintaannya, melainkan inisiatif sang anak sendiri.
“Anak saya memiliki inisiatif sendiri untuk ikut berkontestasi dan membawa gagasan bagi kemajuan Desa Sendang,” ujar Sukamto.
Menurut dia, Siska memiliki pemikiran dan gagasan tersendiri yang tidak selalu sama dengan dirinya. Meski berasal dari satu keluarga, keduanya mempunyai pandangan masing-masing mengenai pembangunan desa.
“Jadi, satu rumah ada dua gagasan, tapi tujuannya sama, dalam rangka memajukan Desa Sendang dengan potensinya,” katanya.
Sukamto juga menepis anggapan bahwa pencalonan dirinya dan sang putri telah diatur sebelumnya. Dia mengaku tidak pernah meminta Siska mendaftarkan diri sebagai bakal cakades.
Bahkan, menurutnya, sang putri tetap akan maju meskipun ada bakal calon lain yang mendaftar.
“Saya tidak menyuruh mendaftar juga. Misalnya yang daftar bukan hanya dua, anak saya tetap mendaftar juga,” jelasnya.
Dia menegaskan, keduanya mendaftar secara mandiri. Kebetulan, hingga pendaftaran ditutup, tidak ada bakal calon lain yang mendaftar di Desa Sendang.
“Bukan settingan, tapi kebetulan tidak ada yang lain yang mendaftar,” imbuhnya.
Fenomena bakal cakades yang memiliki hubungan keluarga juga ditemukan di Kecamatan Girimarto. Camat Girimarto Dwi Estiningsih mengatakan, terdapat dua desa yang pendaftarnya memiliki hubungan keluarga.
“Iya, ada dua desa yang bakal cakadesnya punya hubungan keluarga,” ujar dia.
Di Desa Semagar, terdapat tiga bakal cakades yang mendaftarkan diri. Mereka adalah Tiyo yang merupakan petahana, istrinya Ratmi, serta Mohamat Singgih Hari Sanjaya.
Sementara itu, di Desa Bubakan, pasangan suami-istri juga sama-sama mendaftar sebagai bakal cakades. Keduanya adalah Maryanto yang merupakan petahana dan istrinya, Sri Daryanti.
Esti menjelaskan, Kecamatan Girimarto memiliki tiga desa yang menggelar Pilkades serentak tahun ini. Selain Semagar dan Bubakan, Pilkades juga digelar di Desa Jatirejo.
“Untuk satu desa lagi, yakni Desa Jatirejo, bakal cakades baru semua. Kadesnya dulu meninggal,” terangnya.
Saat ini, tahapan Pilkades masih memasuki proses penelitian berkas pendaftaran. Pihak kecamatan turut melakukan pemantauan melalui tim pengendali yang telah dibentuk.
“Berkasnya nanti diteliti, ini kan masih bakal. Nanti juga diumumkan. Ada juga tahapan penetapan calon,” kata Esti.
Hubungan keluarga di antara bakal cakades juga ditemukan di Kecamatan Slogohimo. Camat Slogohimo Agus Pramono mengatakan, fenomena tersebut terjadi di Desa Watusomo dan Sedayu.
Di Desa Watusomo, Sumarno mendaftar sebagai bakal cakades bersama Ariani yang merupakan anaknya. Sementara itu, di Desa Sedayu, Jumari dan Warsini yang masih memiliki hubungan kekerabatan sebagai paman dan keponakan turut mendaftarkan diri.
“Di Desa Watusomo Sumarno dan Ariani anaknya. Kemudian di Desa Sedayu Jumari dan Warsini, masih keponakan,” kata Agus.
Kecamatan Slogohimo sendiri memiliki lima desa yang menggelar Pilkades serentak 2026. Selain Watusomo dan Sedayu, pemilihan juga berlangsung di Desa Slogohimo, Soco, dan Padarangin.
