Stafsus Kemenhaj Rachmat Tri Fahmi Nostalgia Jadi Santri di Wonogiri, Beri Motivasi 430 Santri Al Barru

by Abdul Manar

WONOGIRI-KabarWonogiri.com – Menjadi santri bukan penghalang untuk meraih kesuksesan. Pesan itulah yang disampaikan Staf Khusus Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI, H Rachmat Tri Fahmi saat mengunjungi Pondok Pesantren (Ponpes) Al Barru Bulusulur, Kecamatan Wonogiri, Minggu (25/10/2026).

Di hadapan sekitar 430 santri, Fahmi berbagi pengalaman tentang kehidupan di pondok pesantren yang pernah dijalaninya sekitar dua dekade lalu. Selain bernostalgia, dia memotivasi para santri agar tumbuh menjadi generasi yang memahami ilmu agama, berakhlak luhur, dan mandiri.

“Dua puluh tahun lalu, tepatnya sekitar 2004, saya seperti kalian ini, menuntut ilmu agama di pondok pesantren,” kata Fahmi mengawali dialog interaktif bersama para santri.

Alumni Pondok Pesantren Gadingmangu, Perak, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, itu mengakui kehidupan di pesantren tidak selalu mudah. Banyaknya tugas dari ustaz, ustazah, maupun pengurus pondok terkadang membuat santri merasa berat menjalaninya.

Namun, menurut Fahmi, proses tersebut justru menjadi bekal penting untuk membentuk karakter, kedisiplinan, dan kemandirian ketika terjun ke masyarakat.

“Kita bisa hidup teratur, disiplin dan mandiri itu berkat didikan di pondok (pesantren) kok,” tuturnya.

Santri Bisa Jadi Pejabat hingga Pengusaha SuksesFahmi mengaku bersyukur pernah mengenyam pendidikan pesantren dengan tekun dan sabar. Pengalaman tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan hidupnya hingga dipercaya menjadi Staf Khusus Kemenhaj RI melalui penunjukan Presiden Prabowo Subianto.

Dia pun meminta para santri tidak berkecil hati dengan kondisi yang dihadapi saat ini. Menurutnya, siapa pun memiliki kesempatan untuk meraih kesuksesan selama mau belajar, berusaha, dan menjalani proses dengan sungguh-sungguh.

“Makanya jangan pernah suudzon (berprasangka jelek) kepada Allah SWT. Santri bisa menjadi pejabat, pengusaha sukses, atau apa pun itu yang akhirnya hidupnya enak dan mapan,” ujar Fahmi saat memberikan motivasi kepada ratusan santriwan dan santriwati Ponpes Al Barru Bulusulur.

Dia berharap para santri menjadikan kehidupan di pesantren sebagai kesempatan untuk menempa diri. Tidak hanya memperdalam ilmu agama, mereka juga perlu membangun sikap disiplin, tanggung jawab, dan keberanian menghadapi tantangan.

Suasana kunjungan berlangsung santai dan akrab. Dialog bersama para santri juga diselingi kuis dan tebak-tebakan. Fahmi menyiapkan hadiah dari uang pribadinya senilai Rp 250.000 hingga Rp 500.000 bagi santri yang berhasil menjawab pertanyaan dengan benar.

Tak hanya itu, dia juga memberikan bantuan spontan dari kantong pribadinya kepada kelompok santriwan dan santriwati sebagai stimulan untuk merintis jiwa kewirausahaan di lingkungan pesantren.

Langkah tersebut diharapkan dapat mendorong para santri agar tidak hanya memiliki bekal keagamaan, tetapi juga mulai mengenal kemandirian ekonomi dan semangat berwirausaha.

Dalam kesempatan tersebut, Fahmi juga menyampaikan komitmen pemerintahan Prabowo-Gibran untuk meringankan beban masyarakat, khususnya umat Islam yang ingin menunaikan ibadah haji maupun umrah.

Dia menyinggung sejumlah upaya yang menurutnya menjadi perhatian pemerintah, mulai dari pengembangan Kampung Haji di Tanah Suci hingga penurunan biaya penyelenggaraan ibadah haji dalam beberapa tahun terakhir.

Fahmi juga menyoroti masa tunggu keberangkatan jemaah haji Indonesia yang selama ini menjadi persoalan bagi calon jemaah.

Menurut dia, masa tunggu yang sebelumnya bisa mencapai 35 hingga 45 tahun kini rata-rata disebut berada di kisaran 26 tahun. Pemerintah berharap masa tunggu tersebut dapat kembali dipangkas hingga sekitar 14 tahun ke depan.

“Hingga daftar tunggu pemberangkatan jemaah yang dulu-dulu bisa selama 35-45 tahun, kini rata-rata tinggal 26 tahun, bahkan ke depan kita berharap hanya selama 14 tahun saja,” pungkasnya.K

Related Posts

Leave a Comment