WONOGIRI-KabarWonogiri.com – Bupati Wonogiri mengukuhkan para Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) terpilih hasil Pemilihan Ketua OSIS (Pilketos) Serentak 2026, Rabu (28/10/2026).
Pengukuhan yang digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Wonogiri itu bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98.
Sebanyak 33 sekolah tingkat SMA, SMK, dan SLB di Kabupaten Wonogiri mengikuti program yang digagas Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wonogiri tersebut. Rinciannya, enam SMA, 24 SMK, dan tiga SLB.
Pengukuhan oleh Bupati Wonogiri ini menjadi yang pertama kali dilaksanakan di Kabupaten Wonogiri. Kegiatan tersebut sekaligus menandai berakhirnya rangkaian tahapan Pilketos Serentak 2026.
Ketua KPU Wonogiri, Satya Graha, mengatakan Pilketos Serentak dirancang sebagai sarana pendidikan demokrasi bagi pelajar. Melalui program ini, siswa tidak hanya mempelajari demokrasi secara teori, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung dalam proses pemilihan.
Tahapan Pilketos mengadopsi mekanisme Pemilu dan Pilkada, mulai dari pendaftaran pemilih, kampanye, debat kandidat, hingga pemungutan dan penghitungan suara.
“Kami ingin menanamkan pengalaman berdemokrasi secara langsung, mulai dari tahapan pendaftaran pemilih, kampanye dan debat, hingga pemungutan serta penghitungan suara, sebagaimana pelaksanaan Pemilu dan Pilkada,” ujar Satya.
Dia berharap program tersebut mampu menyiapkan calon pemimpin yang berintegritas dan aspiratif, penyelenggara pemilihan yang profesional, serta pemilih pemula yang kritis, cerdas, dan rasional.
Dukungan terhadap program tersebut disampaikan Kepala Kantor Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah Wilayah VI, Indri Astuti.
Menurut dia, Pilketos Serentak bukan sekadar pergantian kepemimpinan organisasi di sekolah. Kegiatan ini juga menjadi ruang pembelajaran bagi pelajar untuk memahami proses demokrasi, mengambil keputusan, dan menghargai perbedaan pilihan.
“Kegiatan ini memiliki makna lebih luas daripada sekadar pergantian kepemimpinan organisasi di sekolah. Pilketos menjadi ruang pembelajaran bagi pelajar untuk memahami proses demokrasi, mengambil keputusan, sekaligus menghargai perbedaan pilihan,” ungkap Indri.
Dia menambahkan, kolaborasi antara dunia pendidikan dan KPU menjadi langkah penting untuk menyiapkan generasi muda yang cerdas dan memiliki kesadaran demokrasi.
Sementara itu, Bupati Wonogiri menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai demokrasi kepada generasi muda sejak dini. Momentum Hari Sumpah Pemuda dinilai menjadi kesempatan untuk memperkuat semangat tersebut.
Bupati juga berharap pengalaman mengikuti Pilketos dapat membangun kesadaran pelajar untuk menolak praktik politik uang atau money politics dalam setiap proses pemilihan.
Pengalaman berdemokrasi di lingkungan sekolah diharapkan menjadi bekal bagi para siswa ketika kelak menggunakan hak pilih dalam Pemilu maupun Pilkada. Dengan demikian, mereka dapat menentukan pilihan secara mandiri, cerdas, dan bertanggung jawab.
Melihat antusiasme peserta dan pelaksanaan program tahun ini, KPU Wonogiri berkomitmen menjadikan Pilketos Serentak sebagai agenda tahunan.Satya mengatakan, pihaknya menargetkan pelaksanaan Pilketos pada tahun berikutnya dapat melibatkan seluruh SMA sederajat di Kabupaten Wonogiri, dengan dukungan sekolah dan pemerintah daerah.
“Target kami pada tahun berikutnya, tentu saja didukung oleh pihak sekolah dan pemerintah daerah, seluruh SMA sederajat di Kabupaten Wonogiri akan ikut serta melaksanakan Pilketos secara serentak tanpa terkecuali,” imbuhnya.
