WONOGIRI– KabarWonogiri.com – Kereta Api (KA) Batara Kresna masih menjadi salah satu pilihan transportasi masyarakat untuk bepergian dari Solo menuju Sukoharjo hingga Wonogiri.
Sepanjang Oktober 2026, kereta api perintis tersebut tercatat melayani sebanyak 29.032 pelanggan.
Menariknya, Stasiun Wonogiri menjadi salah satu stasiun dengan aktivitas penumpang tertinggi. Berdasarkan data PT KAI Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta, sebanyak 6.177 penumpang tercatat naik dari Stasiun Wonogiri, sedangkan 6.737 penumpang turun di stasiun tersebut selama Oktober.
Jumlah tersebut menempatkan Stasiun Wonogiri sebagai stasiun dengan volume penumpang turun terbanyak kedua setelah Stasiun Purwosari.
Secara keseluruhan, jumlah pelanggan KA Batara Kresna pada Oktober 2026 terdiri atas 14.516 penumpang naik dan 14.516 penumpang turun.
Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, mengatakan KA Batara Kresna memiliki keunikan tersendiri dibandingkan layanan kereta api lainnya.
Selain menghubungkan Surakarta, Sukoharjo, dan Wonogiri, kereta api tersebut juga melintasi kawasan perkotaan Solo, tepatnya di Jalan Slamet Riyadi.
“KA Batara Kresna tidak hanya menjadi alternatif transportasi masyarakat yang menghubungkan Surakarta, Sukoharjo, hingga Wonogiri, tetapi juga memiliki keunikan tersendiri. Kereta api ini melintas di tengah kawasan perkotaan Kota Solo, tepatnya di Jalan Slamet Riyadi yang merupakan salah satu jalan utama dan ikon Kota Surakarta,” ujar Feni dalam keterangan tertulis, Rabu (4/11/2026).
Menurutnya, jalur tersebut memberikan pengalaman perjalanan berbeda sekaligus menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat.
Stasiun Purwosari Paling Ramai
Berdasarkan data volume penumpang Oktober 2026, Stasiun Purwosari mencatat jumlah penumpang naik terbanyak, yakni 6.348 orang. Sementara penumpang turun mencapai 5.890 orang.
Setelah Purwosari dan Wonogiri, aktivitas penumpang di sejumlah stasiun lainnya tercatat sebagai berikut:- Stasiun Solokota: 883 penumpang naik dan 1.024 penumpang turun.- Stasiun Sukoharjo: 679 penumpang naik dan 557 penumpang turun.- Stasiun Pasarnguter: 429 penumpang naik dan 308 penumpang turun.
KAI Daop 6 Yogyakarta berharap KA Batara Kresna terus menjadi pilihan masyarakat untuk mendukung mobilitas antarkawasan.
Kehadiran kereta api perintis ini juga diharapkan memperluas pemanfaatan transportasi publik yang ekonomis.
Feni menegaskan, pihaknya akan terus mengevaluasi dan melakukan inovasi terhadap layanan kereta api lokal, termasuk pengembangan waktu tempuh, peningkatan kualitas sarana, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
“Kami berharap KA Batara Kresna bukan sekadar moda transportasi penghubung wilayah, tetapi juga menjadi bagian dari wajah transportasi khas Kota Surakarta yang menghadirkan pengalaman perjalanan kereta api di tengah denyut aktivitas perkotaan,” tutupnya.
KAI Daop 6 Yogyakarta juga berkomitmen menjaga keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pelanggan agar perjalanan KA Batara Kresna berlangsung aman, lancar, dan tepat waktu.
