WONOGIRI-KabarWonogiri.com – Pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Wonogiri mulai memasuki tahap pengamanan. Polres Wonogiri menggelar Operasi Aman Desa 2026 untuk mengantisipasi potensi konflik dan gangguan keamanan di 50 desa yang akan menggelar pesta demokrasi tingkat desa.
Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Mandiri Kewilayahan dengan sandi Aman Desa 2026 digelar di halaman Mapolres Wonogiri, Senin (19/10/2026) lalu Operasi ini menjadi langkah pengamanan menjelang pemungutan suara Pilkades serentak yang dijadwalkan pada 25 November 2026.
Bupati Wonogiri Setyo Sukarno yang memimpin apel menekankan pentingnya kesiapsiagaan seluruh personel. Sebab, persaingan antarcalon kepala desa beserta pendukungnya berpotensi memicu kerawanan keamanan jika tidak diantisipasi sejak dini.
“Seluruh unsur pengamanan harus meningkatkan kewaspadaan terhadap persaingan antarcalon kepala desa dan pendukungnya yang berpotensi menimbulkan kerawanan maupun konflik,” demikian penekanan dalam amanat Bupati.
Operasi Aman Desa 2026 menyasar pengamanan seluruh tahapan Pilkades di 50 desa yang tersebar di 18 kecamatan di Wonogiri. Pengamanan dilakukan mulai dari tahapan pencalonan, pemungutan suara, penghitungan suara, hingga penetapan kepala desa terpilih.
Antisipasi Konflik Antarpendukung Calon KadesSelain mengamankan tahapan Pilkades, aparat juga diminta mewaspadai potensi perselisihan antarcalon maupun pendukungnya. Deteksi dini menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah persaingan politik di tingkat desa berkembang menjadi konflik.
Pengamanan juga diarahkan ke sejumlah lokasi strategis, termasuk fasilitas umum, lingkungan tempat tinggal bakal calon kepala desa, dan tempat pemungutan suara (TPS).
Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi intimidasi, gangguan ketertiban, serta tindakan lain yang dapat mengganggu keamanan masyarakat selama tahapan Pilkades berlangsung.
Tak hanya persoalan persaingan politik, petugas juga diminta menyiapkan langkah antisipasi terhadap kemungkinan cuaca ekstrem yang bisa menghambat mobilitas masyarakat maupun pelaksanaan kegiatan.
Pengamanan akan melibatkan berbagai unsur lintas sektor, mulai dari Polri, TNI, perlindungan masyarakat (Linmas), Satpol PP, petugas kesehatan, pemerintah daerah, hingga elemen masyarakat. Sinergi tersebut diperlukan agar penanganan potensi gangguan bisa dilakukan secara terpadu sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.
Setyo turut mengapresiasi kesiapan Polres Wonogiri dan seluruh pihak yang terlibat dalam pengamanan Pilkades serentak 2026. Menurutnya, keberhasilan operasi membutuhkan kesiapan personel, koordinasi yang baik, serta kewaspadaan terhadap setiap potensi gangguan.
Melalui Operasi Aman Desa 2026, Polres Wonogiri bersama unsur terkait diharapkan mampu menjaga stabilitas keamanan sehingga masyarakat dapat menggunakan hak pilih tanpa intimidasi maupun gangguan.
