Menu MBG SMKN 1 Bulukerto Wonogiri Diduga Berbelatung, Korwil BGN Sebut Ulat Sayur

by Abdul Manar

WONOGIRI-KabarWonogiri.com – Menu makan bergizi gratis (MBG) di SMKN 1 Bulukerto, Kabupaten Wonogiri, diduga mengandung belatung. Temuan yang disebut berada di menu tumis sayur tersebut ramai diperbincangkan di media sosial.

Menu MBG yang diduga mengandung belatung itu dibagikan kepada siswa pada Senin (19/10/2026). Menindaklanjuti informasi tersebut, Satgas MBG Wonogiri bersama Koordinator Wilayah (Korwil) Badan Gizi Nasional (BGN) Wonogiri turun tangan melakukan pengecekan.

Wakil Bupati Wonogiri sekaligus Wakil Ketua Satgas MBG Wonogiri, Imron Rizkyarno, mengatakan pihaknya telah memonitor informasi tersebut dan berkoordinasi dengan Korwil BGN Wonogiri.

Pada Selasa (20/10/2026), tim gabungan yang terdiri atas Satgas MBG, Korwil BGN, Forkopimcam Bulukerto, dan puskesmas setempat turun ke lapangan untuk menindaklanjuti dugaan temuan tersebut.

“Ini untuk mendapatkan data dari sekolah apakah ada yang keracunan atau tidak karena mungkin adanya belatung itu di satu ompreng dan mungkin tidak dimakan oleh siswa,” ujar Imron.

Imron juga meluruskan informasi yang beredar di media sosial mengenai dapur penyedia makanan. Dapur yang disebut-sebut menyediakan menu MBG tersebut bukan SPPG Geneng, melainkan SPPG Bulurejo.

“Kami masih menyelidiki kenapa bisa ada dugaan seperti itu (menu MBG berbelatung). Sekolah ataupun SPPG tidak melaporkan sampai berita itu sudah viral di media sosial,” kata Imron.

Korwil BGN Wonogiri Sebut Ulat SayurTerpisah, Korwil BGN Wonogiri, Pandri Prabowo, menyampaikan bahwa berdasarkan konfirmasi kepada pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), benda yang ditemukan dalam menu MBG tersebut merupakan ulat sayur yang sudah mati dan ikut termasak.

Meski demikian, pihaknya belum berhenti pada keterangan awal tersebut. BGN tetap akan melakukan pengecekan lebih lanjut untuk memastikan temuan dalam menu makanan siswa SMKN 1 Bulukerto itu.

“Konfirmasi dari Kepala SPPG ulat sayur. Kita dalami dulu, iya (akan dikroscek lebih lanjut),” kata Pandri.

Berdasarkan pemantauan sementara, Pandri mengatakan belum ada laporan dampak yang dirasakan siswa akibat temuan tersebut.

Dia juga menegaskan pentingnya penguatan standar operasional prosedur (SOP) di SPPG, terutama terkait kualitas dan keamanan pangan serta kebersihan dapur penyedia MBG.

“Termasuk kualitas dan keamanan pangan. Termasuk kebersihan SPPG,” ujar dia.

Pandri menambahkan, temuan tersebut sejauh ini hanya dilaporkan pada menu tumis sayur dalam satu ompreng yang diterima seorang siswa. Belum ada laporan serupa pada ompreng lainnya.

Pengecekan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan penyebab temuan tersebut sekaligus mengevaluasi penerapan standar keamanan pangan dalam penyediaan menu MBG di wilayah Wonogiri.

Related Posts

Leave a Comment