Kekeringan di Wonogiri Meluas ke 17 Kecamatan, Desa Tegiri Batuwarno Ikut Terdampak

by Abdul Manar

WONOGIRI-KabarWonogiri.com – Dampak kekeringan di Kabupaten Wonogiri semakin meluas. Terbaru, Desa Tegiri, Kecamatan Batuwarno, dilaporkan ikut terdampak, sehingga total wilayah yang mengalami dampak kekeringan kini mencapai 17 kecamatan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri, Fuad Wahyu Pratama, mengatakan laporan terbaru tersebut menambah daftar wilayah terdampak kekeringan di Kota Sukses.

“Di Batuwarno, Desa Tegiri terlaporkan terdampak kekeringan,” ujar Fuad.

Sebelumnya, BPBD Wonogiri mencatat dampak kekeringan melanda 16 kecamatan. Wilayah tersebut meliputi Baturetno, Karangtengah, Tirtomoyo, Eromoko, Giritontro, Nguntoronadi, Pracimantoro, Jatiroto, Girimarto, Paranggupito, Purwantoro, Selogiri, Wonogiri, Manyaran, Wuryantoro, dan Kismantoro.

Dengan adanya laporan dari Desa Tegiri, Kecamatan Batuwarno, jumlah kecamatan yang terdampak kekeringan bertambah menjadi 17.

“Dengan adanya dampak kekeringan di Desa Tegiri ini, total dampak kekeringan terasa di 17 kecamatan,” terang Fuad.

Di tengah meluasnya dampak kekeringan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri memperpanjang status tanggap darurat bencana kekeringan selama 14 hari, terhitung mulai 14 hingga 27 Oktober 2026.

Perpanjangan status tersebut menjadi salah satu langkah untuk memperkuat penanganan dampak kekeringan di wilayah terdampak.

Fuad mengatakan BPBD Wonogiri terus melakukan pendampingan di masing-masing kecamatan, terutama dalam penyaluran bantuan air bersih bagi masyarakat yang membutuhkan.

Distribusi bantuan air bersih dilakukan melalui berbagai sumber pendanaan, mulai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR), hingga bantuan kelompok masyarakat.

“Kita pendampingan distribusi bantuan air sampai. Baik yang bersumber dari APBD maupun CSR atau bantuan dari kelompok masyarakat,” pungkas Fuad.

Related Posts

Leave a Comment